Rabu, 22 April 2015

Kenapa Harus Pakai Seragam?

Kenapa kalau ke sekolah kita harus pakai seragam? Itu pertanyaan dari seorang siswa pemberontak dalam serial drama Thailand yang saya tonton semalam ( Yah, akhir-akhir ini selain dari Hollywood, Jepang, Korea dan negara luar lainnya, drama-drama dari Thailand cukup banyak masuk ke Indonesia).
Diceritakan karena  tidak mendapat jawaban memuaskan dari gurunya, si murid membuat gerakan "perlawanan", Dia memposting di akun sosial medianya mengajak seluruh murid untuk besok hari tidak memakai seragam ke sekolah. Alhasil, banyak murid setuju dan memakai baju kasual ke sekolah (termasuk murid-murid cewek yang rada-rada centil senang saja memakai koleksi baju mereka yang unyu-unyu ke sekolah).
Tentu saja pihak sekolah berang melihatnya, semua murid yang melanggar aturan tersebut disidang dalam ruang aula olahraga. Diikuti pertanyaan dari murid si "biang " pemberontak tersebut, murid-murid lain ikut-ikutan mempertanyakan aturan seragam di sekolah.
Salah satu siswa menantang " Bukannya tanpa seragam, kami juga tetap dapat belajar dengan baik? Berikan waktu kami satu semester, saya akan buktikan peringkat saya akan lebih tinggi dari sebelumnya."
Sang Guru menjadi lebih berang " Kalian pikir ini pasar! Ini sekolah! tidak ada tawar-menawar disini!"
Tapi akhirnya salah seorang guru menjawab lebih bijak " Begini, jika suatu hari kalian kecurian, siapa yang akan kalian cari pertama kali untuk dimintai bantuan?"
"Tentu saja polisi Bu.." kata salah satu murid.
Semua murid mengangguk-angguk.
"Dari mana kalian tahu yang mana polisi? dari seragamnya kan?" lanjut sang Guru lagi.
"Polisi memakai seragam agar masyarakat dapat mengenalinya, memakai seragam juga mengingatkan akan tugasnya sebagai polisi."
"Begitu juga dengan seorang siswa, memakai seragam membuatnya lebih mudah dikenali, memakai seragam juga mengingatkan tugasnya sebagai siswa untuk belajar" jelas Ibu Guru itu.
Salah seorang siswa menyelanya "Tapi Bu, di negara Amerika, murid-muridnya tidak memakai seragam?
"Memang benar, tapi jangan lupa di negara yang maju seperti Jepang, mereka tetap menggunakan seragam. Dan kita tahu kedisplinan kerjalah yang membuat mereka maju seperti sekarang. Setiap sekolah mempunyai aturan yang khas. Dan apakah masih bisa disebut sekolah, jika aturan dalam sekolah tersebut tidak dipatuhi?"
Oke, segitu saja penggalan dari dramanya, kalau mau kelanjutannya tonton saja sendiri,hehe. Yang ingin saya tuliskan sekarang adalah pendapat saya tentang seragam. Tidak seperti siswa pemberontak tersebut,waktu sekolah dulu, saya senang-senang saja pakai seragam, kenapa? karena tidak perlu repot-repot mikir besok harus pakai baju apa. Maklumlah gan,beli baju cuma setahun sekali pas lebaran, terbayangkan seberapa banyak koleksi baju saya.
Untuk kegiatan eskul saja, saya males datang salah satunya karena pusing mesti pakai baju apa.
Memang seragam dapat meminimalisir kesenjangan antara siswa berada dengan yang biasa-biasa saja. Meski pun perangkat-perangkat lain yang dibawa ke seperti tas, sepatu bahkan handphone bisa "membedakannya".
Dan juga seperti disebutkan di atas seragam bisa menandakan identitas dalam masyarakat. Kontrol masyarakat terhadap siswa yang bolos, kelayapan di mall-mall atau ngendep di warnet minimal lebih mudah lah.
Dan hei, bukan hanya untuk kasus kenakalan saja, jika terjadi musibah, kecelakaan atau apalah, korban tersebut akan lebih mudah dikenali.
Well, walaupun jenis seragam di sekolah sekarang lebih beragam, dulu zaman saya masih SMP (ketahuan deh generasi tahun berapa), seragam itu cuma biru putih untuk Senin-Kamis, seragam batik cual untuk hari Jumat dan pakaian pramuka untuk hari Sabtu, selebihnya seragam olahraga untuk pelajaran Penjaskes.
Yang saya lihat sekarang, tiap sekolah punya seragam khususnya sendiri di hari-hari tertentu. Bahkan dalam satu hari saja, seragam dalam satu sekolah yang sama bisa berbeda-beda.
Hmm...mungkin untuk sebagian orang tua hal ini memberatkan.
Karena bukankah niat awal pemakaian seragam ini sangat mulia, untuk memberikan rasa persatuan diantara para siswa. Agar tidak terjadi ketimpangan yang mencolok antar siswa kaya dan miskin.
Sekarang sekolah (atau tiap tingkat/kelas) seakan berlomba-lomba menampilkan seragamnya yang paling bagus. Kalau sudah seperti ini persatuan bagaimana yang akan kita dapatkan?
Semoga pihak-pihak terkait lebih bijak menetapkan peraturan.