Minggu, 01 November 2015

Masih Mau Tinggal di Bumi? Yang Tertib Dong

Dulu sih saya hanya sebatas mengernyitkan kening jika melihat anak-anak remaja yang naik motor sambil main handphone ataupun ugal-ugalan. Bukan urusan saya gitu.Tapi semenjak agak dewasa (ehm...) kadang jadi prihatin sekaligus was-was juga. Kenapa bisa begitu? Ya, seperti kata pepatah tak kenal maka tak sayang, tak jatuh maka tak sakit (gak nyambung). Karena saya sudah mengalami sendiri kejadiannya, begini ceritanya...
Alkisah (Cie..bahasanya) bulan puasa kemarin, ada undangan buka bersama teman-teman sekampus dulu, maklum semenjak udah kerja masing-masing, jarang banget kita bisa ketemuan. Jadi bisa dibilang sekaligus reunian.
Karena saya semangat mau pergi, maka dengan sedikit terburu-buru karena udah agak telat juga, saya memacu motor agak kencang. Dan saat di persimpangan 4 arah, lampu merah menyala, otomatis saya berhenti dong. Apesnya, saya berhenti tepat di belakang mobil, jadinya gak kelihatan dari arah kiri  depan (saya mau beloknya ke kanan). Tepat saat lampu hijau menyala, bak pembalap profesional, cepat-cepat saya memacu gas memulai start, mendahului itu mobil.Tapi alamak, dari arah kiri jalan yang berseberangan ada motor yang nyerobot melaju kencang. Ya salam, bertabrakanlah kami. Pengemudinya cowok, perkiraan saya masih anak SMA. Dan eng...ing..ing...sehabis jatuh, lempeng aja tuh dia langsung kabur. Ditabrak lari sama berondong?? Sakitnya tuh..... di dengkul, hiks...hiks.
Alhasil, karena motor lampu depannya pecah dan kaki saya juga luka-luka lecet walau kecil, mood saya buat buka bersama dan reunian hilang, saya balik kandang pulang kerumah.
Yah, saya memang bersyukur sih cuma luka-luka kecil (walaupun besok paginya, badan pada sakit-sakit semua, kayak pada encok). Tapi saya gak habis pikir, udah jelas-jelas lampu hijau sudah menyala, enak banget tu bocah main serobot sembarangan. Saya lebih kesalnya karena sudah dicurangi, bayangkan lampu hijau, sudah hak kita untuk lewat, malah seenaknya dia yang lewat. Emang jalan punya nenek moyang dia.
Al..liando..eh, keterusan pake al terus. Semenjak kejadian itu saya jadi sering was-was sekaligus lebih hati-hati. Walaupun sudah lampu hijau, kadang saya masih tengak-tengok kiri-kanan dulu memastikan tidak ada kendaraan yang menyerobot. Sebenarnya ini menyebalkan, saya merasa hak saya diambil. Bukannya mau lebay sih, tapi kalau mau dipikirkan, memang benar kan menyerobot di lampu merah itu sama juga dengan mencuri, korupsi...karena hak lewat orang lain yang kita ambil.
Dan karena kejadian itulah, sekarang saya lebih konsern mengamati perilaku orang-orang saat berkendara. Selain suka menyerobot saat lampu merah (ketika tidak ada polisi), boncengan berlebihan, sampai fenomena cabe-cabean dan terong-terongan ( buat orang tua yang gak tahu, ini sayur-sayuran jenis terbaru), dan masih banyak lagi.
Setelah observasi mendalam tentang kelakuan ajaib orang-orang saat naik motor, sampailah saya pada kesimpulan bahwa orang-orang ini sebenarnya punya kemampuan “super”, tidak percaya? Oke, selain yang sudah saya alami di atas,ada beberapa kategori yang bisa kita bagi :
Pertama, orang yang tidak pake helm, wih orang seperti ini punya kepala sekeras batu, kalo mau dimirip-miripin sebelas dua belas lah sama karakter The Thing dalam Film Fantastic Four, yang seluruh tubuhnya dari batu itu. Orang – orang ini gak takut tuh seandainya ada apa-apa terus kepalanya bocor menghantam aspal, wong kepalanya dari batu kok. Gak mempan juga kalo dinasihatin, alasannya paling, gak ah dekat ini  atau aman dah, polisi gak bakalan  lihat. Bisa juga karena alasan penampilan, gak mau nanti rambutku lepek, jilbabku rusak, gel rambutku hilang, kepalaku botak (eh, emang ngaruh?). Termasuk walau emaknya sendiri yang menasihati, padahal ini demi kepentingan dirinya sendiri. Yah, namanya juga kepala “batu” , atau mungkin mereka masih ada keturunan Malin Kundang???
Kedua, yang kalo belok gak pernah kasih riting (lampu sein). Kalo yang ini sih masih ada dua kemungkinan. Yang pertama, jari jempolnya cedera hebat sampai-sampai buat digerakin sedikit aja buat geser kode lampu sein gak bisa. Atau kemungkinan besar alasan yang kedua, mereka punya kemampuan TELEPATI!! Loh, kok bisa? Iya donk. Mereka punya kemampuan mengirimkan isi pikiran mereka ke kepala kita. Jadi gak perlu lagi kasih kode riting, cukup telepati orang-orang bakal tahu dia mau belok kemana. Yah, kekuatannya kakak adekan lah sama Profesor X dalam Serial Super Hero X-Men. Termasuk dalam golongan ini, orang yang kasih kodenya ke kiri eh, malah belok ke kanan. Ini sih udah level tingginya, bukan Profesor X lagi tapi Profesor Y dan Z,hehe.
Ketiga,yang naik motor sambil asyik teleponan, sms-an dan main media sosial. Hmmm...kalau yang ini kebanyakan anak-anak muda sih, walaupun gak menutup kemungkinan yang sudah berumur pun kekuatannya belum sadar eh, maksudnya pudar. Emang maksudnya kekuatan apaan? Yah memang agak susah dideskripsikan kekuatan yang satu ini. Mereka yang masuk dalam golongan ini, punya aura kharismatik, fantastik, jurassic, elastic (eh, apaan yah). Jadi karena saking mempesonanya, mereka punya banyak fans yang tiada henti mengirim pesan, chat, panggilan dan sebagainya. Kalau dalam cerita superhero lokal, sang Arjuna dalam kisah Pandawa Lima, yang banyak membuat banyak wanita klepek-klepek, bisalah mewakili. Makanya sambil naik motor pun gak bisa barang semenit aja ditunda dulu tuh balas pesan fansnya, bisa-bisa fansnya malah nangis bombay gak karuan. Tapi masa iya ya? Perasaan artis Hollywood sama K-Pop aja gak gitu-gitu amat.
Keempat, yang suka buang sampah saat berkendara. Sampah apa saja, bekas tisu, bungkus permen, rokok, kuaci, kacang, rujak, capcay, soto, sate, manisan, asinan, aseman, plastik muntah, bahkan bekas popok beserta isi-isinya (Eeuuiih.....). Mereka ini ahli ngeles, gesit dalam menghindar. Termasuk juga yang kalau lewat genangan air, lempeng aja gitu..deeesss...melaju kencang. Karena mereka gesit,disangkanya semua orang segesit mereka kalo menghindar. Bukan hanya gesit dalam tindakan, gesit dalam kata-kata juga jago. Coba kalo dibilangin, jangan buang sampah ke jalan. Pasti bisa aja ngelesnya, loh ini kan jalan umum, emang situ siapa petugas kebersihan?! dan bla...bla... Siapa ya sosok superhero yang cocok untuk golongan ini? Hmm... mungkin Wiro Sableng.
Terakhir, yang naik motor malam-malam tapi lampu motornya mati. Waduh, angkat tangan saya kalo sama yang satu ini. Ini yang paling berbahaya sekaligus paling dahsyat kekuatannya. Bayangin kita udah berusaha hati-hati bawa kendaraan, eh, ni orang nyantai aja gitu muncul dalam kegelapan.  Kekuatannya gabungan Batman, jubah gaib Harry Potter, mata Cyclop X-Men dan kawan-kawan.
Hufh...Cuma  bisa ngelus dada deh melihat kelakuan “superhero-superhero” di atas....Bok ya sadar kalau masih tinggal dibumi...Kami ini hanya manusia biasa, nggak bisa telepati seperti kalian, atau tiba-tiba bisa teleportasi kalau ditabrak. Jangankan punya mata tajam kayak kelelewar, bisa melihat dalam kegelapan, eh ini malah banyak yang minus plus silinder kayak teman saya.
Kalau masih mau tinggal di bumi kita tercinta, ubah deh perilaku-perilaku egois di atas. Kita gak tinggal sendiri di dunia, my men.  Segala tindak tanduk kita juga ngefek ke orang lain, termasuk perilaku berkendara di jalanan. Gak mau kan mati konyol karena egois??
Tapi kalau gak sadar-sadar juga dan masih seenaknya di jalanan, orang-orang egois ini mestinya diekstradisi ke Planet Krypton, biar temenan sama Superman. Eh, walah tapi Supermannya aja malah ngungsi ke Bumi. Atau kita teleportasi tuh ke Galaksinya Planet Avatar yang jauhan. Gak mau juga? Tuh, kan di bumi memang lebih enak, makanya jaga selalu yuk dunia kita agar selalu tertib dan damai. Mulai dari kehidupan yang dekat dengan keseharian seperti naik motor. Ada atau tidaknya petugas atau orang lain yang melihat, ketertiban itu akan kembali ke diri kita juga kok! Ayo anak muda jadi pelopor keselamatan berlalu lintas! #Safety First!


Blog post ini dibuat dalam rangka mengikuti Kompetisi Menulis Cerpen "Tertib, Aman,  dan Selamat Bersepeda Motor di Jalan" #SafetyFirst Diselenggarakan oleh Yayasan  Astra-Honda Motor dan Nulisbuku.com